PB JATMA ASWAJA Bersilaturahmi dengan KASAU: Ulama dan TNI Bersatu Menjaga NKRI
Jakarta, 28 Agustus 2025 - Ruang kerja Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) di Markas Besar TNI AU, di Jakarta, tampak hangat pada siang itu. Nuansa khidmat menyelimuti ketika ulama kharismatik, Habib Luthfi bin Yahya, yang juga Ketua Umum JATMA Aswaja, hadir untuk bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan TNI Angkatan Udara. Dalam balutan busana putih yang sederhana, Habib Luthfi dan Rombongan Pengurus Besar JATMA Aswaja disambut hangat oleh KASAU beserta perwira tinggi AU.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol pertemuan antara ulama dan aparat pertahanan negara, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi spiritual dan militer dalam menjaga keutuhan bangsa. Momen penyerahan cinderamata dari Habib Luthfi kepada KASAU menandai eratnya persaudaraan dan komitmen bersama untuk mengawal Indonesia.
Sekretaris Jenderal JATMA Aswaja, KH. Helmy Faishal Zaini (Gus Helmy), yang turut mendampingi Habib Luthfi dalam kunjungan tersebut, menegaskan bahwa ulama dan TNI ibarat dua pilar yang saling menopang.
“Ulama dan TNI memiliki misi yang sama, yaitu menjaga keutuhan NKRI. Ulama menjaga moral dan spiritual bangsa, sementara TNI menjaga kedaulatan negara. Jika keduanya bersatu, maka bangsa ini akan semakin kuat,” ungkap Gus Helmy.
Bagi JATMA Aswaja, sinergi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis membangun bangsa yang tangguh di tengah tantangan global. Gus Helmy menekankan, pertemuan ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai kebangsaan dan spiritualitas dapat bertemu dalam satu titik: menjaga persatuan Indonesia.
Dalam wawancara lebih lanjut, Gus Helmy menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai religius dengan semangat nasionalisme. Menurutnya, ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin sejatinya menumbuhkan cinta tanah air.
“Kami ingin menegaskan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dzikir, doa, dan spiritualitas harus berjalan seiring dengan bela negara. Karena itu, JATMA Aswaja berkomitmen menjalin kerja sama strategis dengan TNI untuk membangun bangsa yang tangguh dan bermartabat,” tegasnya.
Bagi JATMA Aswaja, dzikir bukan hanya aktivitas ibadah yang menenangkan jiwa, tetapi juga sarana memperkuat komitmen moral warga negara. Dengan hati yang jernih, komitmen untuk membela bangsa tidak lahir dari paksaan, melainkan dari kesadaran dan keikhlasan.
Habib Luthfi, yang dikenal sebagai tokoh ulama sekaligus negarawan, kerap menekankan pentingnya merajut kebersamaan antara tokoh agama dan aparat negara. Kehadirannya di Markas Besar TNI AU menjadi simbol konkret bahwa ulama tidak boleh terpisah dari dinamika kebangsaan.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi penegasan bahwa ulama dan TNI bukanlah dua entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari satu tubuh bangsa yang saling menguatkan. Ulama memberikan panduan moral, sementara TNI memastikan keamanan dan kedaulatan tetap terjaga.
Kunjungan Habib Luthfi ke KASAU ini diakhiri dengan doa bersama, menandai bahwa pertemuan ini bukan sekadar diplomasi simbolik, tetapi sebuah niat tulus untuk membangun bangsa melalui sinergi spiritual dan kebangsaan.
Gus Helmy menutup pernyataannya dengan harapan agar silaturahmi ini dapat melahirkan kolaborasi nyata di masa depan.
“Kami berharap kerja sama ini berlanjut, tidak berhenti pada pertemuan ini saja. Ulama dan TNI harus terus bersinergi menghadapi tantangan zaman, menjaga persatuan, serta memastikan Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan itu, kunjungan Habib Luthfi ke Markas Besar TNI AU menjadi babak baru dalam sinergi ulama dan TNI. Sebuah pesan kuat dipancarkan: Indonesia akan tetap teguh berdiri jika spiritualitas dan kekuatan militer berjalan beriringan dalam menjaga negeri.
Apa Reaksi Anda?
Suka
2
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0

