Dakwah Cinta Maulana Habib Lutfi ibn Ali ibn Yahya
INDRAMAYU – Gema sholawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an membungkus langit Desa Kepolo, Kecamatan Singaraja, Indramayu, pada Rabu (10/12/2025). Ribuan jamaah yang tergabung dalam Pengurus Besar Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah Ahlussunnah Wal Jamaah (PB JATMA ASWAJA), para santri, serta masyarakat umum memadati halaman Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Darul Falah.
Mereka hadir dengan satu tujuan: menyerap berkah dan ilmu dari ulama karismatik, Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.
Dalam pengajian yang berlangsung khidmat tersebut, "Abah" (sapaan akrab para muhibbin kepada Habib Luthfi) tidak hanya menyampaikan ceramah agama, melainkan sebuah risalah tentang cinta (mahabbah) yang mendalam.
Pondasi Mahabbah dalam Kehidupan
Di hadapan lautan jamaah, Habib Luthfi mengupas tuntas esensi cinta sebagai pondasi kehidupan sosial dan spiritual. Beliau menegaskan bahwa mahabbah bukanlah sekadar perasaan, melainkan energi yang mampu menjaga kerukunan dan keutuhan di tengah masyarakat. "Dengan cinta, kita akan saling menjaga. Tidak ada kerukunan yang abadi tanpa didasari oleh rasa cinta kasih sesama manusia," tutur Habib Luthfi dengan nada yang menyejukkan.
Cinta Nabi: Perisai Persaudaraan
Habib Luthfi juga mengingatkan bahwa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan para pewarisnya (para ulama) adalah kunci utama dalam merawat Ukhuwah Islamiyah.
Koneksi hati antara umat dengan Nabinya, serta penghormatan kepada para penerus risalah-Nya, diyakini akan menjadi benteng yang menjaga keutuhan persaudaraan umat Muslim dari berbagai gesekan.
Ketika hati seorang Muslim dipenuhi cinta kepada Rasulullah, maka ia akan memandang saudara seimannya dengan pandangan kasih sayang, bukan permusuhan.
Nasionalisme Berbasis Cinta
Seperti ciri khas dakwah beliau yang selalu menanamkan nilai kebangsaan, Habib Luthfi kembali menegaskan bahwa cinta tanah air adalah manifestasi dari iman.
Beliau mewanti-wanti bahwa lunturnya rasa cinta kepada bangsa dan negara adalah awal dari malapetaka perpecahan. "Cinta kita kepada bangsa dan negara akan menjauhkan kita dari perpecahan," tegas Rais Aam JATMAN tersebut.
Beliau menambahkan bahwa perpecahan hanya akan mengakibatkan merosotnya nilai-nilai positif dan jati diri bangsa.
Oleh karena itu, menjaga NKRI adalah kewajiban yang lahir dari rasa cinta yang tulus.
Tarekat: Jalan Cinta Menuju Ilahi
Menutup tausiyahnya, Habib Luthfi memberikan definisi yang indah mengenai Tarekat. Di tengah berbagai persepsi awam, beliau menyederhanakan makna tarekat menjadi sesuatu yang sangat sederhana namun agung.
"Tarekat adalah jalan cinta hamba kepada Tuhan, Allah Ta'ala," pungkas beliau.
Pernyataan ini menegaskan bahwa segala amalan, wirid, dan disiplin spiritual yang dijalankan oleh para pengamal tarekat sejatinya adalah ekspresi kerinduan dan cinta seorang hamba untuk bisa wusul (sampai) kepada Sang Pencipta.
Acara di Ponpes Tahfidzul Quran Darul Falah ini berakhir dengan baiat tarekat Syadziliyyah dan beberapa tarekat yang lain yang dipimpin langsung oleh Maulana Habib Luthfi, meninggalkan jejak kesejukan di hati masyarakat Indramayu dan sekitarnya
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0

