Milad Ke-42 Pondok Pesantren Ngalah, Napak Tilas Guru Mursyid Thariqah “Dari Gubuk Jadi Gedung”
Pondok Pesantren Ngalah memperingati Milad ke-42 dengan mengenang perjuangan KH. M. Sholeh Bahruddin mendirikan pesantren dari sebuah gubuk sederhana di Dusun Kembang Kuning, Purwosari, Pasuruan.
Pasuruan, JATMA ASWAJA - Jum’at (29/05), Pondok Pesantren Ngalah menggelar Milad yang ke-42. Acara yang berpusat di Lapangan Universitas Yudharta Pasuruan ini, diikuti oleh jajaran keluarga ndalem beserta seluruh santri Pondok Pesantren Ngalah.
Pondok Pesantren Ngalah, merupakan Pondok Pesantren yang didirikan langsung oleh guru Mursyid Thariqah al-Muktabarah Qadiriyah Wa an-Naqsyabandiyah Mujadadiyah Kholidiyah, yakni KH. M Sholeh Bahruddin.
Dalam Mauidhoh Hasanah nya, beliau menuturkan bahwa Pondok Pesantren didirikan untuk mecetak generasi Nahdlatul Ulama (NU), melalui konsep pendidikan formal seperti sekolah, maupun pendidikan non formal, dengan berpegah teguh pada dasar ilmu agama islam, seperti Al-Qur’an, Hadist, Ijma’, Qiyas, serta menjadikan ajaran para ulama dan keteladanan Khulafaur Rasyidin sebagai bagian dari rujukan dalam memahami ilmu tasawuf dan thariqah.
Selain itu, beliau juga menjelaskan untuk bertahan sampai dititik ini, Pondok Pesantren Ngalah tentu tidak terlepas dari peran masyarakat. Untuk itu, beliau berpesan perlunya kita menjaga sikap dengan masyarakat,
“Nopo mbah modele gembul masyarakat? diarepi masyarakat? modele mek sitok, ojok sok suci nek ambek masyarakat, sehinggo diarepi masyarakat, paham nak yo…(apa mbah yang bisa dilakukan agar bisa berbaur dengan masyarakat? diterima masyarakat? yang harus dilakukan hanya satu, jangan sok suci kalau sudah bersama masyarakat, sehingga masyakat bisa menerima kita, paham nak ya).”
Hal ini, tentu bukan hanya sekedar ucapan, karena hal tersebut sudah beliau praktikkan sejak awal mendirikan Pondok Pesantren Ngalah.
KH. M Sholeh Bahruddin mendirikan Pondok Pesantren Ngalah, pada 30 Agustus 1985 Masehi atau bertepatan dengan Jum’at Pahing bulan 14 Dzulhijjah tahun 1405 Hijriyah. Sama dengan Pondok Pesantren yang lain, Pondok Pesantren Ngalah juga memiliki cerita yang menarik.
Diawali pada tahun 1984 setelah manjing suluk (mendalami ilmu thariqah) pada KH. Munawir Kertosono, KH. M. Sholeh Bahruddin mendapat amanah dari beliau dan ayahnya (KH. Bahruddin Kalam) untuk mendirikan pondok pesantren, dengan tidak diberitahu di mana tempatnya.
Untuk itu, KH. M. Sholeh Bahruddin harus melalui perjalanan panjang, sebelum akhirnya beliau menemukan tempat yang dimaksud oleh Ayahnya, yang mana kriteria tempatnya adalah,
“Kowe yen dholek panggonan kudu ora ado lan ora jedek songko pasar, panggonan mau ora adoh songko dalan sepur, panggonan mau ora adoh songko rattan, panggonan mau ora adoh songko banyu, panggonan mau seng penduduk'e isih tipis, panggonan mau durung ono bangunan masjid, lan panggonan mau kudu ono pinggir tengene dalan (Kamu kalau mencari tempat jangan yang terlalu jauh dan terlalu dekat dengan pasar, tempat itu juga tidak jauh dari stasiun, tempat itu juga tidak jauh dari jalan raya, tempat itu juga tidak jauh dari sungai, tempat yang penduduk atau warganya masih banyak yang belum beriman, tempat itu masih belum ada masjid dan tempat itu harus berada disebelah kanan jalan).”
Setelah mendapatkan tempat yang sesuai di Dusun Kembang Kuning, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. KH. M. Sholeh Bahruddin mulai memperkenalkan diri kepada masyarakat disekitar sana, setelah cukup berbaur dan mengenal masyarakat, beliau mulai mencari tanah untuk mendirikan pondok pesantren. Setelah melewati negosiasi yang cukup alot, akhirnya beliau mendapatkan tanah tersebut.
Dimulai dari membuat gubug kecil dari anyaman bambu, kemudian beliau mulai mendirikan masjid sederhana dengan bermodalkan batu yang dikumpulkan dari sungai dan berdinding anyaman bambu. Setelah pembangunan masjid selesai, tepatnya pada hari Jumat Pahing, bersamaan dengan pelaksanaan shalat jumat, Pondok Pesantren Ngalah diresmikan oleh ayahnya, KH. Bahruddin Kalam yang disaksikan oleh beberapa ulama, pemerintahan dan masyarakat sekitar. Setelah itu, baru dibuat juga beberapa kamar dari gubuk untuk tempat istirahat santri.
Sehingga, dari sinilah Pondok Pesantren Ngalah mulai perlahan berkembang, dari yang awalnya gubuk-gubuk sederhana menjadi gedung-gedung mewah dan bertahan sampai saat ini.
Sumber tambahan: website Pondok Pesantren Ngalah 2026
Apa Reaksi Anda?
Suka
8
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0

