JATMA ASWAJA: Menyatukan Dzikir, Mengokohkan Negeri

Aug 11, 2025 - 11:06
 2
JATMA ASWAJA: Menyatukan Dzikir, Mengokohkan Negeri

10 Agustus 2025, di bawah naungan langit Istiqlal yang megah, telah berdiri sebuah amanah besar: Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh  Ahlus Sunnah wal Jama’ah  "JATMA ASWAJA'.
Bukan sekadar organisasi, ia adalah perahu besar yang mengarungi samudera zaman, berlayar membawa dzikir, adab, dan cinta tanah air.

Di bawah bimbingan al-Mursyid al-Kamil, Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, JATMA ASWAJA lahir dengan niat suci: mempersatukan para salik dan muhibbin dari berbagai thoriqoh mu’tabaroh, menguatkan sanad dzikir, menjaga kemurnian ajaran mursyid, sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab terhadap keutuhan NKRI.

JATMA ASWAJA hadir bukan untuk memisahkan, tetapi untuk menyatukan. Bukan untuk menyaingi, tetapi untuk mengokohkan. Di dalamnya, berbagai thoriqoh duduk sejajar, saling menghormati amalan masing-masing, namun bersama-sama dalam satu komitmen: menjaga kemerdekaan, membangun kemandirian umat, dan menebarkan rahmat di tengah masyarakat.

Lahirnya JATMA ASWAJA adalah isyarat bahwa tasawuf tidak hanya berbicara tentang kesucian hati, tetapi juga tentang pengabdian nyata untuk bangsa. Dzikir tidak membuat seorang salik berpaling dari urusan dunia, justru menuntunnya untuk menjadi cahaya di tengah masyarakat.

Sejarah akan mengingat 10 Agustus 2025 sebagai hari ketika thoriqoh dan kebangsaan berpadu, ketika dzikir menjadi perekat persatuan, dan ketika umat menemukan satu payung besar yang menaungi cinta Allah, cinta Rasul, dan cinta Indonesia.

Oleh: KH. M. Said Ridlwan (Lirboyo)

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 6
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 1
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 2