PB JATMA ASWAJA Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal Bersama Presiden Prabowo dan Wapres Gibran

Sep 6, 2025 - 08:00
Sep 6, 2025 - 08:01
 0
PB JATMA ASWAJA Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal Bersama Presiden Prabowo dan Wapres Gibran

Jakarta, JATMA ASWAJA – Pengurus Besar Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah Ahlussunnah wal Jama’ah (PB JATMA ASWAJA) menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sekaligus Istighosah Kebangsaan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Kamis, 4 September 2025.

Acara bertema “Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri” ini berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat. Hadir pula Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Suasana syahdu semakin terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan oleh Qory Qadarasmadi Rasyid, yang membacakan Surat Al-Qasas ayat 77 serta Surat Al-Ahzab ayat 45–48. Pembacaan tersebut dilanjutkan dengan sari tilawah oleh Velly Syukron, yang menyampaikan makna ayat-ayat itu dengan penuh penghayatan.

Sekretaris Jenderal PB JATMA ASWAJA, Gus Helmy, menyampaikan bahwa tema ekoteologi yang diangkat dalam acara ini menjadi pengingat pentingnya meneladani Rasulullah SAW, bukan hanya dalam aspek akhlak dan ibadah, tetapi juga dalam kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan bagaimana manusia menjaga keseimbangan hidup dengan alam. Ekoteologi yang kita gaungkan hari ini adalah ajakan agar umat Islam lebih peduli terhadap bumi sebagai amanah Allah SWT. Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan bangsa,” ujar Gus Helmy.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri dalam acara ini menunjukkan komitmen negara dalam merawat tradisi keagamaan dan memperkuat persatuan bangsa.

“Istighosah kebangsaan ini adalah momentum spiritual untuk mendoakan Indonesia agar senantiasa damai, sejuk, dan diberi keberkahan. Dengan sinergi ulama, umara, dan umat, insyaAllah negeri ini akan kuat menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para ulama dan habaib, dengan harapan nilai keteladanan Rasulullah SAW senantiasa hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 5
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 2
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0