Sekjen JATMA ASWAJA: Perkuat Ekonomi Umat, Pererat Persatuan Ulama dan Habaib

Mei 20, 2025 - 19:18
Mei 21, 2025 - 09:39
 1
Sekjen JATMA ASWAJA: Perkuat Ekonomi Umat, Pererat Persatuan Ulama dan Habaib
Silaturahmi bersama Syekh Awn Al Qaddoumi (Pimpinan Institut Syari'ah Al Ma'arij Yordania)

Jakarta, JATMA ASWAJA - Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah Ahlussunnah wal Jama’ah (PB JATMA ASWAJA) menegaskan komitmennya dalam membina umat, tidak hanya dari sisi keagamaan (diniyah), tetapi juga dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan penguatan moral.

Pada pertemuan dengan Syekh Awn Al Qaddoumi, Senin (19/05/2025), Sekretaris Jenderal JATMA ASWAJA, Dr. Helmy Faishal Zaini menekankan bahwa penguatan ekonomi umat menjadi salah satu fokus utama organisasi, mengingat kemiskinan masih menjadi persoalan besar di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

"Agama harus menjawab tantangan zaman, terutama dalam mengatasi ketakutan dan kelaparan. Kita fasih dalam menyampaikan dalil, tetapi sering kali lemah dalam membangun keterampilan dan ekonomi umat," ungkap Dr. Helmy Faishal Zaini.

Kondisi bangsa saat ini, lanjutnya, dihadapkan pada krisis moral yang cukup serius—dari elit yang terjerat korupsi hingga maraknya judi online di kalangan masyarakat bawah. Oleh karena itu, mendekatkan umat kepada ajaran agama yang benar dianggap sebagai langkah strategis untuk membentuk perilaku dan moral yang berakar pada nilai-nilai luhur Islam.

JATMA ASWAJA sendiri didukung oleh berbagai kalangan—mulai dari para pakar, menteri, tokoh TNI-Polri, hingga wirausahawan. Adapun Dalam lingkup Majelis Irsyad wan Nasihah, terdapat para mursyid dan kiai sepuh sebagai pengarah spiritual.

Dalam konteks sosial-politik, JATMA ASWAJA juga menyoroti isu yang belakangan mengemuka terkait upaya memisahkan habaib dari umat dan dari para ulama nusantara,

"Isu ini murahan, tapi faktanya banyak kiai terpengaruh. Padahal, baik atau buruk seseorang bukan ditentukan dari statusnya sebagai habib atau kiai, melainkan dari hubungannya dengan Allah," tegasnya.

Stigma bahwa habaib tidak memiliki sanad keilmuan yang sah juga disebut sebagai narasi yang meresahkan. Menanggapi hal itu, PB JATMA ASWAJA tetap konsisten dalam khidmah bersama Maulana Habib Luthfi bin Yahya, yang tidak hanya dikenal sebagai pembimbing spiritual, tetapi juga sosok orang tua bagi banyak tokoh dan umat Islam di Indonesia. 

"Ini adalah saatnya para muhibbin menunjukkan integritas dan loyalitas terhadap guru. Namun kami di JATMA ASWAJA tidak pernah menjadikan isu itu sebagai agenda pembahasan, dan Habib Luthfi pun tidak pernah menanggapinya," tambahnya.

Saat ini, JATMA ASWAJA tengah menjalankan program penguatan organisasi di tingkat daerah, dimulai dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan rencana ekspansi struktur kepengurusan ke seluruh Indonesia. 

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 2
Tidak Suka Tidak Suka 1
Cinta Cinta 4
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0