Launching Super Apps, Wasekjen JATMA Aswaja: MAHABBAH Adalah Titik Temu Spiritualitas dan Teknologi
Pekalongan, JATMA Aswaja – Peluncuran aplikasi Mahabbah oleh JATMA ASWAJA pada pengajian Kliwonan di Pekalongan menjadi penanda penting dalam arah baru dakwah digital tarekat.
Bagi Dr. M. Hasan Chabibie selaku Wakil Sekretaris Jenderal JATMA ASWAJA, Jumat 23 Mei 2025, menyatakan bahwa kehadiran Mahabbah adalah buah dari kebutuhan mendesak untuk membawa spiritualitas ke dalam lanskap digital yang sering kali terputus dari nilai-nilai ruhani.
“Mahabbah bukan hanya aplikasi. Ia adalah ruang digital yang disucikan oleh niat tulus untuk menghadirkan cinta—kepada Allah, kepada Rasulullah, kepada para mursyid, dan sesama manusia—di tengah hiruk pikuk teknologi,” tutur Dr. Hasan.
Menurutnya, di tengah banjir informasi dan derasnya algoritma yang sering kali menjauhkan manusia dari dirinya sendiri, Mahabbah hadir sebagai oase.
“Kami menyadari, banyak orang mencari arah, mencari kedalaman, namun justru tersesat di permukaan. Maka Mahabbah hadir untuk menuntun, bukan memerintah; untuk membimbing, bukan menggurui,” jelasnya.
Aplikasi ini bukan sekadar kumpulan fitur, lanjutnya, tetapi sebuah sistem dakwah digital yang berakar pada sanad keilmuan yang otentik. Fitur-fitur seperti streaming majelis dzikir, koleksi wirid dan doa harian, kajian Aswaja, serta forum silaturahmi antar santri menjadi jembatan antara warisan ruhani dan dunia digital hari ini.
Hasan juga menyebut Mahabbah sebagai bentuk ijtihad kolektif JATMA ASWAJA dalam menghadirkan nilai-nilai tarekat secara relevan dan kontekstual.
“Kami tidak ingin hanya hadir dalam dunia nyata, tetapi juga dalam dunia maya yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup manusia. Ini bukan adaptasi, tapi bagian dari dakwah bil hikmah,” tegasnya.
Ia mengapresiasi antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Dalam hitungan jam, aplikasi ini telah diakses oleh lebih dari seribu pengguna aktif. “Angka ini bukan hanya statistik. Ini adalah tanda bahwa umat membutuhkan panduan yang lembut, mendalam, dan autentik. Dan Mahabbah mencoba menjadi jawabannya,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa peluncuran ini baru langkah awal.“Kami akan terus kembangkan, Mahabbah bukan aplikasi yang selesai, tapi aplikasi yang tumbuh, Ia akan berkembang seiring dengan kebutuhan ruhani umat,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Hasan menegaskan bahwa Mahabbah adalah bentuk nyata dari kasih sayang yang menjadi ruh tarekat
“Kami ingin membuktikan bahwa ruang digital bukan hanya milik suara-suara keras dan kebencian. Ia juga bisa menjadi rumah bagi cinta, dzikir, dan silaturahmi ruhani,” tutupnya.
Apa Reaksi Anda?
Suka
10
Tidak Suka
1
Cinta
4
Lucu
2
Marah
0
Sedih
0
Wow
1

