PB Jatma Aswaja Bakal Gelar Dzikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal

Jun 27, 2025 - 14:00
 0
PB Jatma Aswaja Bakal Gelar Dzikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal

Pekalongan, JATMA ASWAJA.ID — Dalam semangat kebangsaan dan spiritualitas, Pengurus Besar Jatma Aswaja bakal menggelar Dzikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara pada Ahad, 10 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB hingga selesai di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pengukuhan Pengurus Besar Jatma Aswaja serta Baiat Kubro Thariqah, yang digagas atas dawuh Mawlana Habib Luthfi bin Yahya bersama para kiai, habaib, serta tokoh lintas agama.

Kegiatan ini dirancang sebagai momentum spiritual untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan persatuan umat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dzikir Kebangsaan dipandang sebagai ruang kolektif untuk menghadirkan kembali nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, KH A. Helmy Faishal Zaini, kegiatan ini juga akan dihadiri oleh berbagai tokoh penting nasional. “Kami mengundang secara khusus Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Menteri Agama RI, para menteri kabinet, pimpinan TNI/Polri, serta para pemuka agama lintas iman,” jelasnya.

Acara akan diawali dengan Majelis Sholawat Az Zahir, sebagai pembuka suasana penuh mahabbah dan doa untuk keselamatan bangsa. Selanjutnya, akan dilakukan pembacaan ikrar bela negara dan dzikir kebangsaan yang dipimpin langsung oleh para masyayikh dan mursyid thariqah.

Kepada segenap pengurus Jatma Aswaja di seluruh Indonesia, Dr. KH Helmy Faishal menghimbau agar turut menyampaikan informasi ini kepada para jamaah dan muhibbin. 

“Kami mohon agar seluruh elemen mendukung dan mensukseskan acara ini bersama-sama. Semoga acara ini membawa berkah dan menjadi titik temu spiritual bangsa,” ujarnya.

Acara ini bukan hanya sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menunjukkan bahwa kekuatan spiritual umat dapat bersinergi dengan semangat kebangsaan. Dzikir dan baiat bukan hanya bentuk ibadah individual, melainkan menjadi gerakan kolektif untuk memperkuat persatuan, ketahanan ideologi, dan menolak segala bentuk ekstremisme yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Dalam tradisi thariqah, baiat merupakan ikrar kesetiaan murid kepada mursyid dalam menempuh jalan spiritual menuju Allah SWT. Namun dalam konteks kebangsaan, baiat juga dimaknai sebagai komitmen menjaga akidah, keutuhan negara, dan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Oleh karena itu, sinergi antara dzikir, sholawat, dan bela negara menjadi sangat penting untuk membentuk masyarakat Indonesia yang religius, toleran, dan cinta tanah air.

Kegiatan ini juga menunjukkan aktualisasi nilai-nilai Islam wasathiyah (Islam moderat) dalam kehidupan publik. Keterlibatan tokoh lintas agama mencerminkan bahwa spiritualitas dapat menjadi kekuatan moral bersama untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan bangsa Indonesia yang majemuk.

Ribuan jamaah dan pengikut thariqah dari berbagai wilayah Indonesia diperkirakan akan menghadiri acara akbar ini. Para tokoh sufi, ulama pesantren, serta pimpinan ormas Islam turut dijadwalkan hadir, memperkuat barisan spiritual demi Indonesia yang damai, berkeadaban, dan bermartabat.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 2
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 3
Lucu Lucu 1
Marah Marah 0
Sedih Sedih 1
Wow Wow 1