Tradisi Bongsang, Ramaikan Maulid Nabi di Al-Mukhlishin Cibanteng

Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami' Al Mukhlishin Cibanteng diisi dengan pembacaan Tahlil, Maulid Simthudduror dan pembagian Bongsang.

Aug 30, 2026 - 08:16
 0
Tradisi Bongsang, Ramaikan Maulid Nabi di Al-Mukhlishin Cibanteng
Team Hadroh Muslimah Al Mukhlishin.

BOGOR, JATMA ASWAJA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Al-Mukhlishin, Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan hadirnya tradisi bongsang. Tradisi berbagi makanan menggunakan wadah anyaman bambu tersebut menjadi salah satu bentuk ungkapan syukur dan kebahagiaan jamaah atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan Maulid Nabi digelar pada Ahad, 30 Agustus 2026, bertepatan dengan 16 Rabiul Awal 1448 H, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Acara diikuti jamaah Masjid Jami’ Al-Mukhlishin bersama warga masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil, kemudian dilanjutkan pembacaan Maulid Simtudduror, serta ditutup dengan kegiatan yang menjadi perhatian para jamaah, yakni pembagian bongsang kepada seluruh hadirin.

Bongsang merupakan keranjang atau wadah berukuran kecil yang dibuat dari anyaman bilah bambu tipis. Dalam tradisi yang berkembang di tengah masyarakat, bongsang tidak hanya berfungsi sebagai wadah makanan, tetapi juga menjadi media untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi.

Jamaah Masjid Jami’ Al-Mukhlishin secara sukarela menyiapkan makanan untuk kemudian dimasukkan ke dalam bongsang. Setiap jamaah membuat sekitar 5 hingga 10 bongsang, sesuai kemampuan masing-masing.

Makanan yang telah dikemas dalam bongsang tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh hadirin yang datang mengikuti peringatan Maulid Nabi. Penerimanya bukan hanya jamaah masjid, tetapi juga warga sekitar yang turut hadir dan mengikuti kegiatan.

Tradisi tersebut menghadirkan suasana kebersamaan yang kuat. Jamaah tidak sekadar berkumpul untuk membaca shalawat dan mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga saling berbagi makanan sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur.

Bongsang ini menjadi bagian dari kegembiraan kita dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Makanan yang dibuat dan dibagikan merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kebahagiaan kita atas lahirnya manusia mulia, Nabi Muhammad SAW,” ujar Pak Rudi, salah seorang jamaah Masjid Jami’ Al-Mukhlishin.

Ia menambahkan, semangat berbagi dalam tradisi bongsang diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya kebersamaan masyarakat.

Yang kita bagikan bukan hanya makanan, tetapi juga kebahagiaan, silaturahmi dan rasa persaudaraan. Mudah-mudahan keberkahan Maulid Nabi dapat dirasakan oleh seluruh jamaah dan masyarakat yang hadir,” tambahnya.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Jami’ Al-Mukhlishin pun menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Melalui pembacaan Maulid Simtudduror, jamaah diajak mengenang perjalanan dan kemuliaan Rasulullah, sementara tradisi bongsang menjadi wujud nyata bagaimana rasa cinta dan syukur tersebut diterjemahkan dalam bentuk berbagi kepada sesama.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kehadiran warga sekitar juga menunjukkan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk membangun silaturahmi, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga tradisi keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Dengan demikian, tradisi bongsang dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid Jami’ Al-Mukhlishin Cibanteng bukan sekadar kegiatan pembagian makanan. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta semangat untuk terus berbagi kebahagiaan dengan sesama. (BBG)

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 3
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0
Bambang Wonorejo PW Jawa Barat/ PC Kota Bogor